Saturday, June 13, 2015

Liburan murah dan hemat ke Tokyo Jepang

Liburan ke Jepang bukan lagi sekedar mimpi. Itu jika anda tahu bagaimana menyiasati biaya hidup yang mahal dari makanan, tiket kereta serta akomodasi. Langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah menyusun rencana perjalanan sejak di Indonesia. Mulai dari tempat apa saja yang ingin dikunjungi serta berapa lama waktu untuk tinggal di Tokyo atau kota-kota lain seperti Osaka maupun Kyoto. Selain itu perlu menyusun skala prioritas tempat yang harus dan yang memungkinkan untuk dikunjungi jika waktu mengizinkan. Itu karena ada banyak tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi di Jepang. Selain itu harus mempersiapkan berapa banyak alokasi bujet. Perlu untuk diketahui bahwa harga makanan di Tokyo secara umum relatif mahal (dan menurut saya termahal) dibandingkan ibukota negara yang ada di Asia lainnya. Saat terbaik untuk mengunjungi Jepang adalah saat musim semi pada bulan Maret hingga April dan musim gugur pada bulan September hingga Oktober karena cuaca nya lebih bersahabat untuk orang Indonesia. Saat liburan terbaik untuk menikmati Jepang mungkin saat musim semi untuk menikmati keindahan bunga sakura dan bunga lainnya (cherry blossoms).





            Sebenarnya ada tempat yang dapat dipilih untuk mengisi perut tapi tidak menguras kantong diantaranya convenience store dan local franchise Japanese fasst food. Contoh convenience store yang sangat mudah dijumpai ialah 711, Family Mart, dan Lawson. Convenience store tersebar hampir disetiap jalan di Tokyo dan buka 24 jam sehingga tidak perlu kuatir jika lapar. Pilihan makanan yang tersedia dan cocok untuk perut orang Indonesia (nasi dan lauk) siap untuk dimakan dan hanya memerlukan microwave untuk menghangatkannya. Harga paket makanan cukup bervariasi dari 300-700 yen (sekitar Rp 30-80 ribu). Microwave tersedia di convenience store dan anda cukup meminta tolong pegawainya untuk membantu. Local franchise Japanese fasst food yang terkenal diantaranya Matsuya yang logo dan kedainya didominasi warna orange, serta Yoshinoya (terbanyak jumlahnya). Harga makanan yang ditawarkan relatif murah untuk ukuran Tokyo yaitu mulai dari 300-1000 an yen (sekitar Rp 30-110 ribu). Rasa dan pilihan menu nya tergolong enak. Fast food Jepang berbeda dengan milik Amerika (KFC ataupun McD) sehingga menu nya jauh lebih sehat karena lebih rendah kolesterol dan jarang yang digoreng. Soal minuman, anda akan diberikan minuman teh ocha dingin atau panas secara gratis dan bisa di refill minum sampai puas.







             Makanan yang wajib dicoba selama di Jepang diantaranya sushi, sashimi, dan makanan mentah seafood lainnya. Jangan kuatir dengan bau amis karena sama sekali tidak berbau amis. Jangan kuatir terserang diare karena tingkat sterilitas dan pengolahan makanan di Jepang sangat bagus. Bahkan jika anda makan telur mentah, tidak akan terserang Salmonella. Sekali anda mencoba sushi di Jepang, anda akan mengetahui bahwa restoran sushi di Indonesia semuanya adalah versi tiruannya. Lebih bagus jika anda mencoba sushi di sushi shop bukan dari supermarket. Selain lebih banyak macam varian sushi, lebih segar, dan lebih menarik karena dapat melihat proses pembuatannya langsung di depan mata kita yang disajikan oleh chef sushi. Plus dapat mencoba green tea dalam bentuk serbuk yang dilarutkan dalam segelas air panas dengan cita rasa yang unik di lidah kita. Layak untuk dicoba apalagi gratis.


            Makanan yang layak dicoba lainnya yaitu es krim (ice cream) rasa green tea maupun bunga sakura. Harganya berkisar antara 300-500 yen tergantung lokasi dimana anda membelinya. Rasanya memang unik dan enak sekali. Layak dicoba.
            Jika harga yang saya sebutkan diatas maih mahal, jangan kuatir karena McD di Tokyo juga ada dimana-mana dengan harga yang lebih murah daripada harga McD di Indonesia. Cita rasa nya pun berbeda sehingga layak dicoba. Burger dijual mulai 100 yen sudah termasuk tax.
            Minum air di Jepang tidak perlu membeli di supermarket karena air minum nya aman langsung diminum bahkan kualitas dan rasa nya jauh lebih bagus daripada di Singapura yang berbau dan berasa. Tetapi jangan mengisi ulang botol anda di keran yang ada di toilet hotel maupun toilet umum karena itu tidak untuk diminum. 

No comments:

Post a Comment