Thursday, July 24, 2014

Solo Traveling Eropa: Part 1



Bagi sebagian besar orang Indonesia, mengunjungi Eropa mungkin merupakan benua impian yang harus dikunjungi dalam hidupnya. 

Hal itu yang saya rasakan sendiri. Impian tersebut akhirnya terwujud pertama kali pada bulan Agustus 2011 selama hampir 3 minggu dengan kota tujuan diantaranya Paris, Roma, Florence, Lucca, Pisa, Padova, Venezia (Venice), dan Milan. Liburan kedua bisa terwujud pada bulan Maret hingga April 2013 selama satu bulan penuh dengan kota tujuan Paris, Munich, Vienna, Prague, Dresden, Cologne, Barcelona, Madrid, Ghent, Brussels, dan Amsterdam. 

Kenapa Paris dua kali saya kunjungi?

Karena Paris memang kota paling romantis di dunia yang HARUS anda kunjungi dalam hidup, terutama bersama pasangan anda. Bangunan dan arsitektur kota Paris sungguh mengagumkan dan tertata rapi sehngga membuat Paris menjadi kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia.

Di depan stasiun Metro Paris


Bagaimana bisa mengunjungi kota-kota di Eropa dengan bujet minimal?

Ikuti terus blog saya karena saya akan membagi pengalaman berharga ini dengan anda.

Katedral Munich

Saya waktu sore hari di pusat kota Munich Jerman

 Minum bir khas Munich ukuran 1 liter yang terkenal dengan even Octoberfest
Berpose di public space kota Munich
TIPS!!
Perjalanan ke Eropa tidak selalu memerlukan banyak uang jika anda tahu saat yang tepat untuk membeli dan pergi. 

Contoh jika anda membeli tiket pesawat lebih dari 3 bulan dari waktu keberangkatan maka anda bisa memperoleh harga tiket terbaik dengan maskapai yang baik juga. 

Musim saat keberangkatan ke Eropa juga mempengaruhi harga tiket. Musim dingin merupakan saat terbaik untuk pergi jika anda ingin mendapatkan harga termurah karena sedikit orang yang melakukan liburan saat musim dingin. Musim dingin biasanya pada bulan November hingga Februari. 

Akan tetapi dapat berubah mengingat sekarang telah terjadi global warming sehingga cuaca lebih sulit diprediksi.Jika tidak ingin berlibur saat musim dingin maka musim semi atau musim gugur merupakan pilihan yang tepat mengingat musim panas yang jatuh pada bulan Mei hingga Agustus merupakan peak season dimana mayoritas orang Eropa, Amerika  maupun Asia biasanya merupakan musim liburan sehingga harga tiket pesawat maupun hotel menjadi lebih mahal.

Perlu diingat supaya mempersiapkan semua perlengkapan sebelum bepergian karena harga pakaian atau sepatu jelas jauh lebih murah di Indonesia, terlebih nilai tukar Rupiah yang lemah terhadap Euro.

 Suasana pemukiman penduduk kota Munich


Di tengah pusat keramaian Munich


Toko yang menjual berbagai macam camilan di Munich


 Bangunan arsitektur klasik yang megah


Kereta yang saya gunakan dari Munich ke Vienna


Salah satu gereja di Munich


Suasana jalan yang nyaman di Munich
Gedung tua klasik yang masih asri terjaga kualitasnya

 Salah satu pusat atraksi utama di Munich




Ikuti terus kisah perjalanan saya di tiap kota yang pernah saya kunjungi  pada post berikutnya

3 comments:

  1. Can't wait to read your new post.

    Nice blog :)

    ReplyDelete
  2. wow informasi yang menarik ka. ka aku saranin untuk sewa travel wifi Eropaaja sekarang bisa di dapat di wi2fly wi2flyloh ka . bebas roaming, unlimited 4G LTE dan ga perlu ganti kartu

    ReplyDelete
  3. menarik dan bermanfaat postnya! setelah baca kayanya kalo mau model backpacker ke eropa agak susah ya, secara banyak perlengkapan yg harus dibawa.

    ReplyDelete